Showing posts with label Transport. Show all posts
Showing posts with label Transport. Show all posts
Posted by Admin TQ on 2/09/2009 10:07:00 PM
Labels: ,

Walaupun liburan summer masih lima bulan lagi, para expat Indonesia di Qatar sudah mulai ancang2 untuk mempersiapkan liburan, yang umumnya berencana untuk pulang kampung ke Indonesia. Aku sendiri sempat posting bbrp informasi mengenai bagaimana mendapatkan tiket murah, eTicket, cara menghemat tiket pesawat dan review Emirates Airline. Nah, berikut ini beberapa tips dari (lagi2) Pak Indra mengenai strategi pemesanan tiket pesawat udara.

Apa yang mempengaruhi harga Tiket Pesawat?

  1. Waktu Pesan, semakin jauh hari keberangkatan, semakin besar kesempatan untuk mendapat tiket murah
  2. Waktu Validasi, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Semakin pendek waktu valid tiket, maka harganya akan semakin murah.
  3. Refundable or non refundable. Tiket dengan kondisi non-refundable (tidak bisa ditukar uang/dikembalikan) lebih murah dibanding tiket refundable.
  4. Endorseable or Non Endorseable. Non Endorseable (tidak bisa ditransfer ke pesawat lain) lebih murah.
  5. Fix date or Non Fixed Date. Fixed date lebih murah.
  6. Direct Flight or Stop Over. Direct Flight lebih mahal. Contoh Tiket Qatar Airways lebih mahal daripada tiket pesawat lain.
  7. Season. Peak Season (Summer, End Year, Haj) lebih mahal dari pada Low Season.
  8. Cabin Class. Kelas ekonomi juga masih terbagi lagi ke beberapa sub class seperti K, L, M, B, Q. Biasanya Q (quebec) class adalah kelas aling murah, tapi biasanya kurang fleksibel kalau kita mau ganti jadual atau terpaksa tambah biaya untuk di upgrade ke kelas ekonomi yang lebih tinggi, misalnya Economic class L atau M.
Bagaimana memesan tiket pesawat ke Indonesia di Qatar ?
  1. Lewat Travel Agent, seperti Mannai, Regency, Al-Deera dll. Di Qatar agen2 ini biasanya mengambil service charge 100 - 200 QR per tiket. Adapun keuntungan dengan cara ini adalah biasanya lokasi dekat dengan rumah dan bisa minta dicarikan alternatif tiket pesawat lain yang ada.
  2. Lewat Internet. Bisa di www.emirates.com atau www.qatarairways.com atau www.etihadairways.com. Keuntungan cara ini adalah bahwa kita ebih fleksible dalam memilih tanggal, lihat jadual penerbangan, pilih seat, bahkan memilih menu makanan dan kegiatan ini dapat dilakukan darimana saja. Selain itu, tidak ada biaya service charge travel agent. Pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan Credit Card atau datang ke Kantor Airline ybs. Begitu juga dengan konfirmasi, bisa dilakukan secara On Line maupun Direct.

Memesan Tiket Pesawat dari Indonesia ke Qatar.

Pemesanan tiket pesawat dari Indonesia ke Qatar sebaiknya dilakukan dari Travel Agent yang ada di Indonesia, harganya seringkali lebih murah daripada kalau beli di Qatar. Selain itu, memesan dari Indonesia juga lebih fleksible kalau terpaksa tukar jadual atau batal tiket.

Posted by Admin TQ on 10/21/2008 05:26:00 AM
Labels:

Sumbangan dari rekan kita Joko tentang online check-in di QA. Mudah2an bermanfaat

Available 36 hours before your flight departure timeOnline check-in is now available on qatarairways.com. This service allows you to check-in, choose your seat and print your boarding pass. You can use this service from your home, office or anywhere you can access the internet. Online check-in will save you time spent queuing at the airport. You can Check-in online between 36 to 2 hours before your flight departs.Check-in online in just 3 easy steps
  1. Select the Check-in tab on the homepage. Choose the flight and the passengers you wish to check-in.
  2. Choose your Seat. Confirm your preferred seat up to 36 hours prior to departure.
  3. Receive your Boarding Pass. Print your boarding pass or send it to your email address.

Airports available for Online Check-in

Online Check-in is available for all Qatar Airways operated flights departing from Doha International Airport. Other airports that Qatar Airways operates from will be available soon.

Baggage

Passengers travelling with carry-on bags can go directly to the gate. If you are travelling with bags, go to the dedicated Fast Bag Drop counters.

Advanced Passenger Information System (APIS)

The governments of various countries require Qatar Airways to collect Advance Passenger Information from passengers prior to travel. We will only provide each country's Customs and Immigration authorities with the relevant information. Some governments require airlines to provide them with direct access to airline passenger bookings (PNRs) which may contain other passenger data. Therefore, it is important that the information you provide is accurate to ensure no delay in the immigration process upon your arrival in these countries.

Posted by Admin TQ on 10/05/2008 10:21:00 PM
Labels: ,

Barusan baca blog ILQ, ada tips yg saya yakin sangat bermanfaat dalam menghadapi sopir taksi Karwa yang nakal.

When driving with Karwa (Taxi) always make sure to check the meters just in case you get a taxi man trying to be sneaky.
Just an FYI to others who relies on KARWA taxis as their means of transportation. Do check the meter codes when you get on a taxi. The meter code should be number 1 (inter-city meter charging) and NOT number “0″. The “0″ code is outside DOHA and the meter charge is much higher.

Sebagai informasi, blog ILQ (ILoveQatar) ini sangat menarik, karena ditulis oleh seorang Qatari, yg menurut saya cukup terpelajar. Bahasa Inggrisnya sangat rapi dan baik, sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami.

Dari tulisan2nya, kita bisa melihat bagaimana Qatari memandang dan berkomentar mengenai negerinya dan polah tingkah orang2 di sekitarnya, termasuk kita--para expat. Hampir bisa dipastikan kita lebih sering melihat Qatar dari sudut pandang Expat. Sering juga kita bergunjing mengenai saudara2 kita yg menjadi penduduk asli negara Qatar ini.

Lalu bagaimana mereka memandang kita? Apakah sama dengan kita memandang para bule yg bekerja di negeri kita dengan gaji berlipat ganda? Bagaimana perlakuan layanan publik terhadap mereka? Jawabannya bisa kita baca di blog ini.

Posted by Admin TQ on 8/12/2008 08:49:00 PM
Labels:

Skytrax baru saja mengeluarkan daftar pemenang "The World Airline Awards 2008". Dan ternyata The Best Airline in Middle East adalah Qatar Airways. Selamat. Tentu saja ini prestasi hebat dimana Qatar Airways bisa mengungguli pesaing2 kuatnya, Emirates dan Etihad yang berbasis di UAE.

Terus terang sekitar 1.5 tahun yang lalu pelayanan Qatar Airways masih biasa2 saja. Apalagi dengan harga yg relatif lebih tinggi dibanding pesawat lain, tentu saja aku lebih memilih pesawat lain. Mudah2an memang layanannya sudah jauh lebih baik.

Sedangkan Emirates mendapatkan penghargaan berupa Best Inflight Entertainment (world wide). Hal ini memang aku alami sendiri bbrp waktu yang lalu saat aku menggunakan layanan airline ini.

Pemenang lengkapnya ada di: http://www.worldairlineawards.com/

Posted by Admin TQ on 7/28/2008 05:42:00 AM
Labels:

Sorry ya para pembaca TentangQatar. Sudah dua minggu blognya nggak diupdate. Blogger juga perlu liburan, toh?
Ternyata komentar2 di chatbox juga sudah banyak banget. Sampe2 bingung harus cerita dari mana hehehe

Ceritanya dua minggu ini aku pergi ke dunia lain yg ternyata susah sekali cari akses internet. Salah satu pengalaman yg menarik yg ingin aku share adalah pengalaman terbangku yg pertama dengan Emirates Airlines.

Selama ini aku selalu terbang dengan Qatar Airways atau Etihad Airways. Tentu saja ini untuk penerbangan dari Qatar atau ke Qatar. Qatar Airways selama ini punya kesan mahal dengan claim "Airline Bintang Lima". Sedangkan Etihad merupakan airlines alternatif yg menyediakan tarif yg sangat menarik, tetapi dengan layanan yg kurang menawan.

Nah, berdasarkan bbrp masukan aku kemarin liburan dengan menggunakan Emirates. Ternyata apa yg aku dengar tidak salah. Emirates sudah memanjakan konsumen mulai dari booking tiket yg bisa dilakukan secara online dengan cara yg sangat mudah dan tidak mewajibkan penggunaan kartu kredit.

Emirates juga memberikan layanan yg sangat bagus pada saat check-in dan selama dalam penerbangan. Pesawatnya dilengkapi dengan fasilitas entertainment yg modern. Bagi yg senang membaca, airline ini juga memberikan pilihan majalah yg beragam, tidak hanya koran yg disediakan airline lainnya.

Yang menarik adalah bahwa Emirates memberikan statement tertulis di menunya bahwa semua makanan yg disediakan selama penerbangan adalah halal. Sebagai muslim, kita nggak perlu request secara khusus "moslem meal" dan dapat menikmati hidangan yg disediakan dengan tenang, tanpa ragu2 atas kehalalan makanan tersebut. Dari sisi rasa pun bisa dibilang masih di atas rata2 kedua airlines lainnya.

Pada saat mau pulang, aku sempat bingung untuk merubah jadwal dari yg semula aku rencanakan. Ternyata layanan Emirates di bandara luar negeri pun tidak kalah bagusnya. Aku bisa dilayani dengan efisien tanpa biaya sedikit pun.

Mungkin masalah SDM saja yg perlu masih ditingkatkan agar pelayanan Emirates bisa menjadi sempurna. Kesan serabutan pada saat melayani pelanggan di atas pesawat dan masih kurangnya friendliness pada saat di ground office tetap harus ditingkatkan. Sejauh ini aku cukup puas dengan Emirates, dengan harga bersaing tetap bisa memberikan kualitas layanan prima. Penasaran? Cobain sendiri deh.

Posted by Admin TQ on 6/29/2008 04:03:00 AM
Labels: ,

Booking tiket dengan menggunakan jasa agen menguntungkan bila kita belum pasti mau berangkat dan ada kemungkinan perubahan jadwal. Tanpa membayar sepeserpun kita sudah bisa mendapatkan harga murah, bila memesan tiket jauh2 hari. Tetapi, sejak bbrp bulan yang lalu, para agen2 perjalanan mengenakan biaya tambahan sekitar 5% dari harga tiket. Akibatnya, tentu saja harga tiket menjadi lebih mahal dibanding sebelum2nya.

Padahal kalau kita book dari internet, biasanya harganya lebih murah. Tetapi pada umumnya booking lewat internet mengharuskan kita langsung membayar dan issue tiket. Itu pun ditambahi term and condition mengenai charge tambahan apabila kita membatalkan atau merubah jadwal perjalanan.

Terus gimana dong caranya biar tiket bisa murah dan tetap flexible? Ternyata Emirates airlines memberikan sedikit keleluasaan di internet bankingnya. Kita bisa melakukan booking tanpa harus membayar tiket online. Jadi dengan cara ini, kita bisa mendapatkan harga internet (tanpa 5% charge) plus keleluasaan untuk merubah jadwal. Tetap aja da syarat bahwa kita harus mengambil tiket di kantor emirates (dekat Lulu Hyper) dan pembayaran paling telat 5 hari setelah pemesanan tiket online.

Caranya? Pada saat kita sudah menentukan itinerary perjalanan kita di emirates online, kita akan diberikan pilihan, apakah mau bayar pakai credit card atau mau issue tiket dari kantornya. Tinggal pilih pilihan kedua, maka pesawat sudah ter-booking dg jadwal yg diinginkan.

Coba semua airline bisa begini......

Posted by Admin TQ on 1/20/2008 03:14:00 AM
Labels: , ,

Ini informasi penting buat rekan2 yang mau keluar Qatar atau pulang kampung...agar supaya membayar dulu traffic finesnya kalau mau selamat...sampai tujuan, cek selalu di website http://www.moi.gov.qa/.

Simak Beritanya di Gulf Times.

Posted by Admin TQ on 1/08/2008 05:45:00 AM
Labels: ,

Beberapa waktu lalu muncul berita di koran lokal mengenai kenaikan biaya penerbitan driving license dan tes nya. Total kenaikan untuk penerbitan SIM baru sekitar QAR 150 (untuk SIM standard).

Teman saya yang sudah bayar biaya pendaftaran (plus penerbitan SIM pada awal November) tapi baru lulus ujian awal tahun ini, mengira kenaikan itu tidak berlaku buatnya. Dia malah sudah senewen aja pada saat diminta membayar penambahan biaya tersebut. Nah, pada saat mengantar dia mengambil SIM nya, sebelum dia complain ke petugas driving school, untungnya kita ketemu dengan salah satu instruktur.

Dia lalu menjelaskan bahwa walaupun peserta telah membayar biaya penerbitan SIM sebelum kenaikan biaya berlaku, tapi driving school baru melakukan pembayaran ke Traffic Division setelah peserta yang bersangkutan lulus tes.

Setelah dijelaskan seperti itu, barulah teman saya itu mengerti dan calm down. Karena memang dia menjalani tes setelah pemberlakuan kenaikan biaya tersebut.

Oh ya, menurut info instruktur lain di driving school, saat ini petugas polisi yang mengetes semakin ketat saja, jadi passing rate peserta sudah jarang diatas 50% dari total peserta.

Nah, bagi drivers to-be, your challenges are bigger now, please be prepared.

Posted by Admin TQ on 11/17/2007 08:41:00 PM
Labels: ,

  1. Seperti yg pernah aku ceritakan, mulai hari ini penyelenggara taxi satu2nya di Qatar -- Karwa -- memberlakukan tarif baru. Jadi jangan kaget kalau begitu buka pintu taxi sudah langsung kena charge 4QR (10ribu rupiah).
  2. Pagi ini cuaca Doha kembali berkabut. Butiran2 kabutnya pun lebih besar dari bbrp hari yang lalu, sehingga hampir menyerupai hujan mungil. Kaca menjadi buram dan jalanan basah. Tentu saja kemacetan tidak terhindarkan.
  3. Mulai kemarin Ministry of Interior sudah mempublish daftar pelanggaran lalu lintas terbaru berdasarkan UU lalin No. 19 tahun 2007. Selengkapnya ada di sini. Sebenarnya MOI juga membuka lowongan di wesitenya, sayangnya informasi detilnya tidak bisa terbuka.

Posted by Admin TQ on 11/06/2007 01:23:00 AM

Barusan jalan2 ke website Permiqa (Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar) yang sudah lama nggak aku kunjungi, karena memang updatenya kurang. Ternyata feelingku benar. Ada sebuah informasi menarik yang aku pikir akan sangat baik bila aku posting juga di sini.

Disinyalir masih ada oknum-oknum di Bandara Soekarno Hatta yang mencoba menipu tenaga kerja profesional yang akan berangkat ke Qatar.
  1. Bagi tenaga kerja profesional yang direct hire / tanpa PJTKI / tanpa lapor ke Depnaker maka ybs akan membayar fiskal sebagaimana layaknya WNI biasa yang akan liburan ke LN. Saat check-in akan ditanya visa Qatar. Bila tidak punya visa maka airlines akan menolak check-in anda.
    Note: Bila WNI punya pasport dan sudah bayar fiskal maka imigrasi tidak berhak menahan atau meminta apapun. Bila ditanya bilang saja mau jalan-jalan, cari sekolah, bisnis dll. ke LN (Singapore, Hongkong, Taiwan dll). Ingat !! tidak ada hubungan on-line antara Counter Check-in, Loket Fiskal dan Imigrasi maka mereka tidak tahu kita mau kemana dan mau apa ke LN jadi tetap bertahan pada jawaban anda dan tidak usah menyodorkan tiket.
  2. Bagi tenaga kerja profesional yang melalui PJTKI dan lapor ke Depnaker maka ybs akan mendapat Surat Keberangkatan dari Depnaker yang digunakan untuk mendapatkan keringanan bebas fiskal. Namun dalam pengurusan bebas fiskal di Loket Bebas Fiskal bisa ada oknum yang mencoba untuk menipu. Untuk itu perlu diketahui bahwa jika anda sudah membawa surat dari Depnaker maka anda berhak untuk mendapatkan bebas fiskal tanpa biaya. Yang diperlukan saat pengurusan adalah mengisi formulir dan foto kopi pasport (bisa disiapkan dari rumah atau foto kopi di dekat loket)
PENTING : Surat Rekomendasi Cuti (Rekom) sudah tidak ada (dicabut) maka bagi teman-teman yang pulang cuti dan akan kembali ke Qatar harap hati-hati. Perhatikan pasport keluarga semua harus sudah dicap lapori diri ke KBRI sebagai bukti kita penduduk Qatar agar bisa mendapat bebas fiskal.

LAIN-LAIN: Saat di bandara jangan terlihat bingung, Setelah lewat X-Ray bagasi langsung masuk antrian ke counter airlines. Bagasi untuk Qatar Airways biasanya sulit dinego 20-25 Kg per tiket. Untuk Etihad dan Emirates bisa agak lebih berat s/d 30-35 Kg per tiket.
Berpakaian jangan seperti mau berangkat kerja, kalau mau rapih / resmi sekalian pake Jas (seperti pengusaha / pejabat). Tapi kalo ngga santai pakai sweater atau jaket biasa seperti turis.

Selamat jalan semoga selamat sampai di Qatar.

Untuk melihat posting aslinya yg di Website Permiqa, silahkan klik link ini.

Posted by Admin TQ on 11/04/2007 12:23:00 AM
Labels: ,

Sekitar satu tahun yg lalu, aku datang ke Doha untuk wawancara dengan kantorku yg sekarang. Waktu itu yang aku ingat adalah sekitar satu minggu sebelum Asian Games dimulai.
Ternyata proses kedatangan itu tidaklah semudah yg aku bayangkan. Aku harus mengirimkan beberapa berkas pribadi untuk digunakan sebagai lampiran pengurusan visa. Setelah hampir satu bulan, akhirnya visaku selesai. Kemudian aku mulai menjadwalkan kedatanganku untuk kemudian dipesankan tiket. Pemesanan tiket berjalan cukup cepat, hanya sedikit ribet, karena aku harus mengambilnya di kantor Qatar Airways di Jalan Thamrin Jakarta. Tahu sendiri, kan gimana macetnya daerah situ di jam-jam sibuk.
Sekarang aku merasakan hal yg berbeda. Pertama dengan kemudahan saat aku mengurus visa turis untuk ortu-ku yang sangat cepat dan efisien. Selain itu, pengurusan tiket juga tidak berbelit2, dengan adanya etiket. Sebenarnya etiket sudah mulai banyak diterapkan oleh bbrp perusahaan penerbangan. Untungnya Etihad Airways yg aku pesan untuk ortu-ku berangkat bisa menggunakan etiket. Jadi tiket tidak perlu diambil ke kantor Etihad di Jakarta. Cukup dikirim lewat email dan dicetak di rumah saja. Hasil cetak itu sudah bisa digunakan sebagai tiket di konter cek-in bandara.

Posted by Admin TQ on 11/01/2007 10:18:00 PM
Labels: ,

Bagi yang sering menggunakan taksi, siap2 untuk mengeluarkan budget lebih. Karena menurut Gulf Times dan The Peninsula, mulai tanggal 18 Nov akan diberlakukan tarif baru untuk taksi Karwa, yang merupakan satu2nya penyelenggara taksi di Qatar.

Berikut ini datanya:

  • Tarif awal dari 3QR menjadi 4QR
  • Dalam kota 1QR menjadi 1.2QR per km
  • Dari bandara 10QR menjadi 18QR
  • Keluar Doha 1.2QR menjadi 1.8QR per km
  • Setelah jam 9pm 1.2QR menjadi 1.8QR per km

Posted by Admin TQ on 10/22/2007 08:24:00 AM
Labels: , ,

Hari minggu kemarin (21 Okt) adalah hari pertama kembali normal kehidupan di Doha, setelah libur Idul Fitri. Instansi pemerintahan resmi kembali bekerja, begitu juga sekolah. Tentu yang sangat kentara bedanya (terutama dibanding pada saat bulan Ramadhan), adalah arus lalu lintas pada pagi hari.

Intinya, macet terjadi di mana-mana. Dari satu roundabout ke roundabout berikutnya, mobil berjejer, tersendat. Walaupun sudah dikerahkan petugas/polisi lalulintas di hampir semua roundabout, namun tidak banyak membantu. Bahkan jejeran mobil bisa memanjang dari 1 roundabout ke roundabout berikutnya (yang berjarak kurang lebih 2-3 km).

Analisa sementara saya, akar penyebab kemacetan di Qatar ini ada 3. Pertama, sistem transportasi umum yang tidak diperhatikan/tidak diminati. Bus dan taxi, sama nasibnya. Bus, walaupun sudah nyaman (baru dan ber-AC), tapi jadwalnya paling cepat 20 menit sekali, malas nunggunya. Apalagi taxi. Sudah jarang jumlahnya, drivernya kadang2 ugal2an bawa mobilnya. Walhasil, di Qatar ini, punya kendaraan pribadi sama pentingnya dengan pakaian pribadi, sudah menjadi kewajiban pokok, khususnya pekerja kantoran & berkeluarga. Akibatnya, itu tadi, pada saat jam masuk kantor & sekolah, numpuk deh semua kendaraan pribadi di jalan.

Kedua, sistem pengaturan arus lalu lintas yang kebanyakan masih memakai roundabout itu. Walaupun secara bertahap pemerintah Qatar memasang traffic light (atau di sini dikenal dengan istilah signal) di roundabout seperti yang pernah diposting , tapi karena belum massal pemasangannya (terutama blm terpasang di beberapa roundabout dengan tingkat kepadatan lalulintas yang tinggi), jadinya sistem arus lintas ala roundabout standar (tanpa traffic light) masih berlaku. Konsekuensinya, arus lalu lintas bergantung pada subyektifitas pengendara, bukan pada sistem baku (yang berlaku kalau pakai traffic light), yang kebanyakan menimbulkan kemacetan juga, karena masih ada yang tidak tertib (tidak mau mengalah).

Terakhir, mirip2 di Indonesia, sebagian pengemudi mengendara secara aggresive. Melambung dari kanan, memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, dan semacamnya, masih menjadi pemandangan sehari-hari di sini. Dari statistik kelihatan hasilnya, tingkat kecelakaan lalu lintas di sini termasuk tinggi. Terbukti dari premi asuransi kendaraan di sini (5%/tahun) lebih tinggi dibanding di Indonesia (yang rata2 3%/tahun). Perusahaan asuransi di sini bisa bangkrut kalau preminya rendah, karena banyaknya kendaraan yang harus diklaim penggantian kerusakannya.

Kembali ke kemacetan tadi, kalau selama Ramadhan, perjalanan dari akomodasi saya ke kantor (yang berjarak kurang lebih 10 km) bisa ditempuh dalam 15-20 menit saja, saat ini, berdasarkan pengalaman 2 hari ini saja sudah menunjukkan trend peningkatan waktu menjadi 2 x lebih lama.

Jadi yang tinggal dan bekerja di Doha, mudah2an bekal sabar hasil Ramadhan masih banyak tersimpan di hati anda, karena anda akan sangat memerlukannya sekarang.

Posted by Admin TQ on 10/14/2007 08:09:00 AM
Labels:

Ini pengalaman pendatang baru di Qatar yang belum punya kendaraan pribadi.

Pas lebaran, kami (3 orang yang tinggal di Doha) ingin bersilaturrahim ke rumah teman (yang tinggal di Perumahan RasGas di Al Khor, 40anKM dari Doha). Pilihan transport umum ada 3, mulai dari yang paling murah (bus), menengah (taxi pakai argo) dan mahal (private taxi/charter). Niatnya ingin pakai yang murah meriah, naik bus. Karena lokasi tempat tinggal kami yang berpencar, diputuskan naik taxi dulu (jemput satu per satu) ke Al Ghanim terminal bus di area Al Jasra.

Dalam perjalanan ke sana, sempat ketemu dengan bus No. 102X yang bakalan kami pakai (rutenya terminal - Al-Khor pp). Alamak, full, jangankan duduk, penumpang yang berdiri saja banyak sekali. Kami mulai khawatir, bagaimana yah nanti bisa dapat tempat duduk di bus,. Karena kalau harus berdiri sampai 30 menit (untuk sampai ke Al-Khor), bakalan lumayan pegal juga tuh kaki.

Ternyata firasat kami benar, di terminal bus kami disambut dengan ratusan orang yang sudah antri menunggu bus yang belum datang. Kami mulai mikir, kalau tunggu antrian bisa 2-3 bus lagi baru bisa dapat giliran naik nih. Pas bus berikutnya datang, calon penumpang (yang kebanyakan pekerja "kerah biru" dari Asia Barat) langsung berebut naik. Gayanya sudah tidak pakai aturan lagi, saling serobot. Teman dari Jakarta sampai berkomentar : "Ini mah lebih parah dibanding waktu gua mau mudik dari Terminal Pulogadung". Kami sih langsung cari selamat dulu, minggir ke belakang, kalau tidak bakalan "disapu" oleh gelombang manusia.

Tapi rezeki lebaran ternyata datang juga buat kami. Pas sedang ancang-ancang ke posisi semula, ada sopir taxi (resmi, dari perusahaan Karwa) mendekati teman saya. Mungkin karena penampilan kami yang sedikit lebih "rapi" dibanding calon penumpang bus lainnya, jadi si sopir itu mendekati kami karena yakin kalau kami bisa bayar tarif taxinya. Semula kami agak kaget dan kurang percaya mendengar penawarannya yang cuma QR 40 all in. Sebab yang pernah kami dengar, kalau taxi charteran, minimum chargenya QR 100 untuk rute Doha-Al-Khor one way. Tapi teman yang pertama didekati meyakinkan kami bahwa harganya sudah benar cuma QR 40. Dengan senang hati kami bergegas meninggalkan kesumpekan terminal dan duduk dengan lega di dalam taxi yang sejuk.

Pas mau jalan, si driver menyetel argonya di angka QR 30. Padahal normalnya tarif awal jalan untuk taxi resmi cuman QR 3. Kami minta penjelasan, dijawabnya : "Ini tujuannya agar lampu diatas taxi menjadi mati, membuktikan ada penumpang dan argo jalan". Tapi kenyatannya argonya tidak jalan (kesepakatan tarif fix QR 40 tidak berubah). "Rekayasa Argo" ternyata bukan cuman terjadi di Indonesia saja.

Perjalanan ke Al-Khor ditempuh dengan lancar, saking lancarnya kadang-kadang si driver main terabas saja speed limit yang berlaku di highway, tapi dia tahu juga kalau di situ nggak ada speed camera, jadi tidak bakalan kena fine. Sesampai di pusat kota Al-Khor, drivermau turunkan kami di situ, padahal perumahan RasGas yang menjadi tujuan kami masih 5 km ke depan lagi. Terpaksa nego lagi. Beres, dia mau terima tambahan QR 10 untuk teruskan perjalanan ke sana.

Sesampai di gerbang perumahan, kami membayar dengan ceria, bayangkan bisa nyampai di Al-Khor (secara cepat dan nyaman) dengan biaya cuma QR 50 (patungan bertiga lagi), sebuah penghematan yang lumayan. Si driver juga gembira, pasalnya ternyata ada orang yang butuh taxi lagi nunggu di gerbang itu, lumayan dapat pendapatan balik. Kalau kami tadi jadi pakai bus, bisa dibayangkan capeknya (lama plus berimpitan lagi).

Posted by Admin TQ on 9/30/2007 10:22:00 PM
Labels: ,

Qatar dan Bahrain berencana untuk membangun jembatan penghubung antara kedua negara sepanjang 40km. Mirip2 jembatan Suramadu (Surabaya Madura) yg nggak jadi2.
Proyek ini akan mulai tahun depan dengan lama waktu pengerjaan 48 bulan dengan biaya sekitar $2bn.
Klik di sini untuk berita selengkapnya.

Posted by Admin TQ on 9/25/2007 10:10:00 PM
Labels: , ,

Sekedar reminder, tanggal 2 Oktober ini peraturan lalu lintas yg baru akan diimplementasikan. Pemerintah sudah memasang lebih banyak kamera untuk menangkap para pelanggar lalu lintas. Selain itu juga hukuman buat pelanggar menjadi sangat berat, tidak hanya hukuman denda yg besar, tapi juga termasuk hukuman penjara.
So, mudah2an dengan adanya aturan ini, jalanan di Doha menjadi lebih tertib dan aman.

Berikut beberapa informasi mengenai lalu lintas yang pernah aku publish sebelumnya:

Posted by Admin TQ on 9/18/2007 12:21:00 AM
Labels:

Sssst... udah pada tahu belum? Harga taksi di Doha bakalan naik setelah lebaran ini. Denger2 kenaikannya mencapai 15%.
Saat ini biaya taksi adalah 3QR sekali duduk. Dan harganya dihitung 1QR per km. Sebenernya harga ini memang termasuk murah. Apalagi bila dibandingkan harga taksi di negara2 eropa. Apalagi mobilnya keren2: Toyota Camry, Honda Stream, bahkan ada yang memakai Honda Oddisey. Menurut bbrp sopir taksi, sedang disiapkan juga mobil taksi yg lebih besar yang berbentuk SUV. Mungkin kenaikan harga tersebut untuk mengantisipasi kedatangan mobil2 baru tersebut.
Selain taksi, di Doha terdapat juga bus kota sebagai moda transportasi alternatif. Biayanya cuma 2QR sekali jalan atau 6QR seharian penuh. Kalau mau muter2 Doha sampai puas, bayar aja 6QR habis itu bebas naik bus kemana aja :)

Posted by Admin TQ on 9/12/2007 11:35:00 PM
Labels: , ,

Menurut Gulf Times, ada beberapa lampu lalu lintas yg akan di pasang di lima roundabout, di Doha, yaitu:

  • TV Roundabout
  • Markhia Roundabout
  • Dahl al Hamam Roundabout
  • Nuaija Roundabout
  • Sport Roundabout
Memang kelima roundabout itu terhitung ramai, dan kadang2 harus dibantu polisi agar lalu lintasnya lancar. Lampu lalu lintas tersebut direncanakan akan dipasang setelah Ramadhan.

Posted by Admin TQ on 9/02/2007 09:18:00 PM

Saya sudah cukup banyak menulis tentang tes SIM, mulai dari pendaftaran, latihan dan ujian. Sempat juga aku posting tentang tips2 untuk bisa lulus ujian SIM.
Tetapi hari kemarin cukup menegangkan bagiku. Karena yg ujian bukan aku sendiri, melainkan istriku. Malam sebelumnya aku tes dia dengan rambu2. Tetap aja masih ada bbrp yg lupa. Memang kata2 yg digunakan di brosur dari driving school tidak standard. Lumayan mempersulit kita untuk menghafalnya. Untungnya setelah bbrp kali diuji, akhirnya aku cukup yakin dia akan lulus ujian signal (rambu2).
Nah, untuk selanjutnya yaitu tes parkir dan jalan aku sudah pasrah. Aku hanya bisa berdoa dari rumah, mudah2an dia tidak grogi. Dari sisi pengalaman nyetir, dia sudah bisa nyetir duluan dibanding aku. Jadi aku tidak terlalu khawatir. Cuma kalau sampai dia grogi berat, bisa2 bikin failed.
Dia mulai tes jam 15, cuma aku sarankan untuk datang lebih awal. Biar tidak kaget dan bisa menyesuaikan dengan suasana di sana. Selain itu bisa belajar rambu2 di papan tulis yang tertempel di tempat kursus. Sampai jam 18 belum ada berita, berarti bagus. Aku juga nggak berani ganggu dengan menelponnya, takutnya dia lagi ujian saat aku telpon.
Akhirnya dia ngasih kabar, bahwa dia tinggal menunggu hasil road test. Berarti cuma tinggal satu pengumuman. Aku coba datang ke tempat ujian. Ternyata akhirnya dia lulus. Alhamdulillah.
Bbrp pelajaran yg aku dapatkan dari cerita istriku:
1. Jangan grogi & kendalikan diri. Ini faktor yg sering membuat orang gagal. Ada yg lupa pasang seat belt, lupa hand brake, lupa lampu sein, dll. Untuk mengatasi ini, aku sarankan istriku untuk selalu menghela nafas, apabila dia nervous.
2. Bersiap untuk menemukan situasi yg ekstrim. Waktu aku ujian, aku mendapati kopling mobilku bermasalah. Istriku mendapati kondisi mobilnya berbeda dengan yg biasa dipakai, sehingga bikin panik. Temenku yg biasa pakai Nissan Sunny, waktu ujian memakai Mitsubishi Lancer, juga bikin gak nyaman.

Malamnya aku dapatkan berita gembira lagi, bahwa ada pembaca blog ini yg lulus ujian SIM juga tanpa kursus. Selamat buat mas Eko.

Berikut ini link seputar driving license:
1. Mendaftarkan diri ke kantor polisi di Madinath Khalifa
2. Cerita tentang kursus part1, Part2 dan Part3
3. Pelaksanaan ujian
4. Tips2 untuk menghadapi ujian

Posted by Admin TQ on 8/28/2007 12:39:00 AM
Labels: ,

Masalah yg sering aku dengar belakangan ini dari rekan2 di Qatar adalah tentang angkutan ke sekolah. Ada bbrp alternatif untuk ini:
1. ada sekolah yg menyediakan bus sekolah dengan harga yg cukup mahal (sekitar 1000QR/term)
2. ada juga yg menggunakan jasa ustadz/muaddzin dari indonesia untuk antar jemput. Keterbatasannya adalah mereka harus ada di masjid saat sholat zhuhur. Jadi kadang2 terlambat.
3. Sewa taksi resmi. Untuk yg resmi biasanya cukup mahal
4. Sewa taksi gelap. relatif lebih murah. Masalahnya, apakah mrk bisa dipercaya?

Nah, aku jadi ada ide. Sebenarnya bisa aja dibuat angkutan komunitas. Mirip2 nebeng.com di jakarta. Jadi yg kebetulan bisa bawa mobil dan bisa nebengin anak lain yang
sama/dekat sekolahnya. Yang nebeng bisa kasih uang sekedarnya untuk bensin.

Siapa yg mau mulai?