Crêpes adalah makanan semacam pancake atau panekuk yg dibuat tipis dan kemudian diisi dengan macam2 coklat atau pun selai.
Di Indonesia, adalah cukup mudah untuk menemukan makanan Crêpes ini. Walaupun makanan ini bukan asli Indonesia, ntah kenapa lumayan laku keras. Di setiap sudut mall dan pusat perbelanjaan banyak gerobak2 yg menjualnya.
Di Qatar, makanan ini bisa ditemukan di Souq Waqif. Lokasinya ada di tengah2 Souq Waqif, di antara jualan pakaian dan kacang2an. Sulit untuk memberikan ancar2nya, karena bentuk souq waqif yg berbelok2 dan bercabang2.
Cara memasak Crêpes ini juga cukup unik, yaitu dengan tangan yang hanya dilapisi sarung tangan tipis (lihat gambar di atas). Dan kemudian di atasnya diisi macam2 topping sesuai permintaan. Ada yang isinya telur, keju, dan lain2 khas arab. Dan untuk macam2 isi tersebut, harganya standard, yaitu QR4.
Setelah matang, bentuknya yg satu lingkaran penuh dilipat empat. Kalau kita makan ditempat, makanan ini disajikan dalam piring dari anyaman rotan. Sedangkan kalau take-away, makanan ini dibungkus dengan alumunium foil. Walaupun bentuknya tipis, setelah makan satu porsi crepes ini serasa sudah makan sepiring nasi. Yang jelas, makanan ini enak bila disantap selagi hangat. Cobain deh.
Dengan banyaknya jamaah haji Indonesia yg datang ke ke Mekah (baik itu langsung dari Indonesia maupun yg dari negara lain seperti Qatar), maka hal ini membuka peluang bisnis tersendiri. Paling tidak untuk makanan. Akan sangat mudah menemukan masakan Indonesia di Mekah mulai dari kelas restoran sampai dengan kaki lima.
Kebetulan jamaah dari Qatar yg menggunakan hamlah Doha Transport menempati apartemen di area Aziziyah. Walaupun relatif jauh dari Masjidil Haram, ternyata ada hikmahnya. Karena di Aziziyah ini terdapat banyak sekali maktab Indonesia. Sehingga mudah sekali menemukan jualan makanan Indonesia. Hampir di setiap lokasi Maktab Indonesia selalu ada kaki lima yang menjual masakan Indonesia. Masakan itu dijual dengan harga sekitar 5SR untuk akanan berat dan 1SR untuk makanan ringan. Ada yg membuka "toko"-nya pagi hari dan ada juga pagi-sore.
Selain itu, di Aziziyah juga terdapat restoran Surabaya. Setiap harinya restoran ini ramai dikunjungi calhaj Indonesia yg datang dari perbagai penjuru Mekah, walaupun harus ngantri dan menunggu cukup lama. Tak heran, karena memang rasa masakannya sangat sesuai dengan lidah orang Indonesia dan lingkungan restoran yang cukup luas serta nyaman. dengan membayar kurang dari 10SR, mereka bisa menikmati masakan Indonesia dengan porsi yang cukup besar.
Lain halnya dengan Bakso Mang Oedin yang berlokasi dekat Masjidil Haram, tidak jauh dari pintu keluar Marwa. Walaupun restoran ini terbilang kecil, hal ini tidak mengurangi animo masyarakat Indonesia untuk menikmati Bakso dan masakan Indonesia lainnya di tempat ini. Dengan resiko harus berjejal dan makan di emperan toko, tetap saja toko ini ramai setiap harinya. Malah ada yg guyon "Untuk mendapatkan bakso Mang Oedin, lebih susah daripada nyium hajar aswad". Bakso seharga 10SR ini lumayan lezat, apalagi kalau membayangkan tingkat kesulitan untuk endapatkannya.
Selain itu, ada juga restoran2 lain yang menjual masakan Indonesia secara dadakan. Restoran2 ini biasanya menjual masakan arab. Karena mencium bisnis ini, mereka lalu memasang spanduk atau tulisan yg menyatakan bahwa mereka menjual masakan Indonesia. Tentu saja beberapa masakan itu kadang2 kurang cocok rasaanya, karena dimasak dengan bumbu yg berbeda dengan yg biasa digunakan di Indonesia.
Puasa2 gini emang enaknya cerita makanan. Kali ini aku mau me-review satu restoran kebab di daerah Al Mirqab. Lokasinya di belakang Toys R Us. Kalo dari C Ring Road dari Al Sadd ke arah Ramada, nanti kita akan menemukan Toys R Us di sebelah kanan. Dari situ masuk jalur lambat, sampai ketemu McD, baru belok kanan ke arah pertokoan Al Mirqab. Kalo jalan masuknya bener, maka kita kan ketemu dengan Doha Clinic Hospital. Nah, sekitar 100 meter dari Doha Clinic itu ada restoran dengan tulisan besar "Turkey Central".
Kalau kita pertama kali memasuki retoran ini maka akan bingung. Banyak orang lalu lalang dan satu pun tidak ada yg menyambut kita seperti umumnya restoran. Kalau mau dine-in, kita bisa langsung naik ke atas melalui tangga dan mencari tempat duduk sendiri. Sedangkan kalau mau take-away, bisa langsung datang ke kasir yg terlaihat selalu sibuk nelpon. Mungkin memang pesanan di sini selalu banyak.
Sesuai namanya, di restoran ini memang menyediakan masakan2 Turki (bukan ayam kalkun yang dalam bahasa inggris juga menggunakan kata turkey). Jenis2 makanannya cukup sering kita jumpai, yaitu kebab dan makanan2 sejenisnya. Tetapi jangan kaget kalau porsi yg disediakan sangat besar. Paling tidak untuk ukuran keluargaku yg kecil2. Mulai dari daging kebabnya, roti plus tidak lupa nasi. Semuanya banyak.
Dari sisi rasa, restoran ini bisa dibilang outstanding. Makanannya termasuk enak dan cocok di lidah, untuk orang asia sekalipun. Wajar kalo restoran ini selalu ramai dikunjungi orang. Dari sisi harga juga lumayan oke. Dengan harga QR24/porsi, kita sudah bisa mendapatkan makanan enak dengan porsi yg besar.
Sayangnya, kita harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesanan kita. Jadi aku sarankan, kalau mau ke sini, siap2 bawa snack atau roti2 kecil untuk ganjel perut.
Musim panas di Qatar memang menjemukan. Walaupun ada Doha Summer Festival dan acara2 lainnya, tetap aja bikin bosen. Mau ngapain lagi? Ke taman panas, ke pantai panas juga, olahraga outdoor apalagi, ke mall isinya itu2 aja.
Salah satu aktifitas yg masih bisa dilakukan week end kemarin adalah berburu makanan. Apalagi jumlah restoran Indonesia semakin menciut. Restoran Jakarta sudah agak lama tutup. Nggak tahu kapan mau buka lagi. Ternyata restoran Surabaya yg di Wakra juga tutup. Kalo di Doha, akhirnya kita bolak balik ke Restoran Minang dan Central aja. Kalo hari sabtu sih bisa ke Bakso Bu Tami. Tapi kan lama2 jadi males juga.
Akhirnya aku ingat ada satu restoran Indonesia yg blm pernah aku cobain, yaitu Selera Indonesia yg ada di Wakra. Masalahnya, nggak ada teman2 yg tahu lokasi persisnya. Aku sih pernah dikasih tahu ancar2nya sekitar jalan utama Wakra.
Akhirnya dengan modal nekat aku berangkat ke sana. Di bunderan Shell aku coba belok ke kanan, karena kalo ke kiri itu ke arah pantai. Dari situ akucuma ngikuti feeling aja. Begitu ketemu bunderan lagi, aku belok ke kiri. Terus aku jalan aja pelan2, karena memang banyak tempat makan di situ. Hampir sampai di ujung jalan, akhirnya aku temukan restoran itu di sebelah kiri jalan.
Ukurannya kurang lebih sama dengan Restoran Surabaya dengan interior yg sederhana. Aku sih membayangkan beraneka ragam masakan. Karena menurut info, masakannya lumayan enak. Sayangnya aku hanya bisa menjumpai Ayam Bakar, Ayam Goreng, Daging Cincang dan Rendang. Pas ditanya ke penjaganya apakah ada menu lainnya, dijawab bahwa menunya selalu sama seperti itu setiap hari.
Dari sisi rasa sih lumayan. Anak2 suka daging ayam gorengnya yg gurih. Cuma untuk ngebela2in ke Wakra lagi, aku nggak ngerasa worthed. Sayang sekali. Andai saja jenis masakannya banyak....
Bener deh! Kemarin aku ketemu makanan yg mirip banget lumpia Semarang. Sudah cukup lama aku tidak merasakan nikmatnya lumpia. Di Jakarta sekalipun, untuk mendapatkan lumpia yg enak tidaklah mudah. Lumpia adalah makanan khas Semarang berbentuk roll yg kulitnya terbuat dari adonan tepung dan isinya sayur2an, utamanya rebung. Makanan ini sangat enak dimakan sebagai snack yang cukup mengenyangkan.
Nah, ceritanya setelah Kaifa kemarin aku mau jalan2 ke Center Point yg ada di Al Sadd. Shopping mall kecil ini enak dikunjungi, karena relatif tidak terlalu ramai dan ada tempat bermain anak2, sehingga anak2 nggaj bete. Sayangnya perut keburu minta diisi. Jadi aku putuskan untuk makan di sekitar Center Point, karena aku ingat ada banyak tempat makan di sana. Setelah sedikit memutar di sekitar Al Sadd, aku menemukan restoran chinese plus Philipina, namanya Sun and Moon.
Begitu masuk, suasananya tidak seperti rumah makan. Tetapi setelah naik ke atas, desain interiornya lumayan apik. Aku pun mencoba memesan makanan2, terutama yg berasal dari Philipina. Kalo Danang sih pesannya standard, yaitu Nasi Goreng. Aku sendiri coba pesan Lomi dan Ibunya anak2 kepengen Sun and Moon Noodles (padahal kagak tahu bentuknya gimana tuh). Kalo Daris sih ngikut aja. Dia lebih suka cicip2 semua makanan. Sebagai appetizer, aku pesan Lumpiyang Sariwa. Dari namanya dan penjelasan waiternya, aku memprediksi bentuknya kurang lebih seperti lumpia.
Eh, ternyata benar. Begitu datang, lumpiyang itu benar2 berbentuk lumpia. Walau pun yg ini tidak digoreng. Isinya pun bukan rebung, tetapi semacam sayur2an juga. Terus dikasih saos berbentuk coklat yg benar2 mantaps. Begitu pula dengan Lomi dan Noodle satunya lagi yg kami pesan. Rasanya benar2 pas dengan selera kami.
Overall, semua makanannya enak. Kualitas rasanya di atas rata2. Harganya pun sedang2 saja. Sayangnya porsinya cukup besar, sehingga kita sekeluarga yg kecil2 tidak bisa menghabiskan semua makanan. Pulang lah kami dengan perut kekenyangan. Kali ini wisata kuliner kami lumayan berhasil.
Jumat lalu aku ketiban rejeki nomplok. Tetanggaku yang baru pulang dari corniche dengan keluarganya mengantarkan .........Krispy Kreme! Yummy.....
Gimana nggak "yummy"? wong Krispy Kreme-nya gratisan, koq. Nggak tanggung2, dia dapat dua kotak berisi setengah lusin donat. Ternyata Krispy Kreme memberikan icip-icip kepada orang2 yg sedang bersantai di corniche.
Sayangnya Jumat ini kalo mau donat gratis, harus ngantri di konternya yang ada di Villagio.....
Kalau diperhatian, belakangan ini banyak iklan2 bergambar makanan "bulet bulet bolong tengahe...". Donut! Setelah cukup lama Dunkin Donuts sendirian di Qatar, sebentar lagi, dia akan punya teman baru, yaitu Krispy Kreme.
Seperti halnya di Indonesia, launching Krispy Kreme di Qatar penuh dengan iklan. Dimana2 kita bisa temui iklan Krispy Kreme. Di perempatan, di jalan2, mall, termasuk weekend kemarin aku lihat ada mobil box bertuliskan Krispy Kreme dalam skala yg cukup besar nangkring di corniche.
Yup, Krispy Kreme akan dibuka di Villagio Mall pada tanggal 1 Februari 2008 jam 5 sore. Itu menurut iklan yg aku baca di Villagio Mall. Bagaimana antusias masyarakat terhadap makanan baru ini? Apakah seperti di Indonesia, dimana orang rela mengantri untuk beberapa butir donut? Kita lihat saja nanti.
Setelah gagal mengunjungi restoran Jakarta yg ada di Dasman center, karena keburu tutup, akhirnya aku dapat info tentang lokasi baru restoran Jakarta. Kamis malam kemarin aku akhirnya sempat berkunjung ke sana.
Lokasinya terhitung mudah untuk ditemui. Kalau kita menyusuri Corniche menuju Ras Abu Aboud, maka akan menemui museum roundabout. Dari situ tinggal belok kanan. Tidak jauh dari situ akan kelihatan Al Mouruj Hotel. Sebelum Al Mouruj hotel itu atau gang ke kanan pertama, langsung masuk. Begitu ketemu belokan ke kiri, belok kiri. Belokan kiri ini hanya muat satu mobil, karena banyak mobil2 yg parkir di kiri kanan jalan. Di sebelah kiri, ada tulisan besar "Active X". Di situlah lokasi restoran ini. Namanya ActiveX karena di lantai 2 retoran ini ada internet cafe.
Masuk ke restoran ini, kami sekeluarga disambut ramah dan diberikan tempat duduk. Suasana restoran ini agak berbeda dg restoran2 Indonesia yg pernah aku kunjungi sebelumnya. Aku merasa restoran ini lebih bersih, nyaman dan rapi. Di atasnya dihias lampion2 dan diselingi musik2 halus.
Memang restoran ini meng-claim sebagai "Chinese and Indonesian Restaurant". Hampir semua masakan favorit Indonesia tersedia di sini. Bakso, siomay, gado2, pecel lele, dll semuanya ada. Yang lebih membuat betah adalah rasanya yg cocok dengan lidahku sekeluarga. Enak!
Dari sisi harga memang relatif di atas yg lain, mungkin harganya mirip2 dengan Central. Cuma dengan suasana dan kualitas masakan segitu, rasanya tidak rugi aku mengeluarkan 1-2 QR lebih banyak.
Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya mengenai perjalananku menyusuri pantai2 di Qatar pada saat libur lebaran kemarin. Tulisan pertama sudah saya posting mengenai Pantai Dukhan. Believe me, this is the best part :).
Setelah beristirahat satu hari dari Pantai Dukhan, kami sekeluarga kembali berencana untuk tujuan selanjutnya. Kebetulan ada teman yg mau ke Sealine Beach yang ada di Messaieed (yang sering juga disebut Umm-Said). Berangkatlah kami dua keluarga dari Doha sekitar jam 10. Karena perkiraan lama perjalanan ke Messaieed kurang dari satu jam. Selain dekat (sekitar 45 km dari Doha), jalanan ke arah Messaieed juga bagus dan mulus.
Berangkat dari rumah di dekat Ramada, perjalanan kami arahkan menyusuri Ringroad C sampai ketemu Toyota signal. Dari Toyota signal, kami berbelok ke kanan menyusuri Airport Road. Dari situ kami ambil lurus terus sampai ketemu kota kecil Al Wakra. Setelah Al Wakra, perjalanan kami kembali menemui padang pasir. Hanya saja padang pasir menuju Messaieed cukup indah, karena dihiasi beberapa gunung pasir. Sampai tak terasa kami memasuki gerbang kota Messaieed.
Petunjuk ke arah sealine beach sangat lengkap pada awalnya. Ada sekitar 3 roundabout yg memberikan petunjuk ke arah Sealine Beach. Tetapi setelah itu tidak ada tanda2. Kami sempat bingung dan tanya sana sini. Akhirnya kami mendapatkan titik terang. Tinggal cari jalanan yg banyak truknya. Ikuti saja dari arah truk2 itu datang dan petunjuk ke Sealine Beach kembali muncul. Dari situ perjalanan menjadi lebih mudah. Sayangnya memang ada beberapa sisi jalan yg sedang diperbaiki, sehingga ada baiknya berhati2. Pemandangan ke arah Sealine Beach kembali dihiasi dengan gundukan2 gunung pasir, lengkap dengan mobil2 dan motor untuk off-road. Memang di sini cukup menarik untuk melakukan jalan2 di gunung pasir.
Sampai di Sealine Beach, kita bisa masuk ke dalam resortnya dengan membayar 50QR per orang dewasa, 25QR per kepala anak2 dan 25QR untuk mobil. Ternyata harga segitu sangat worthed. Karena di dalam resort sudah tersedia pondok2an untuk berteduh, pantai yg indah dengan rumput hijau disekitarnya, juga fasilitas lain seperti kolam renang, toilet, restoran dan villa (bila ingin menginap biaya per malam QR1200).
Walaupun siang itu suhu menunjukkan sekitar 32 derajat celcius, perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan, rileks dan nyaman. Anak2 bisa main di pantai dengan pasirnya yg lembut. Kita pun bisa makan2 di pinggir pantai dengan santai. Setelah itu pun kita bisa nyemplung di kolam renang sebelum membersihkan diri di ruang ganti. Kita juga bisa membawa makanan dari luar, asal makannya di pinggir pantai. Kalau di kolam renang, kita harus membeli makanan dari restoran tersebut yg harganya lumayan mahal dan yg ada hanya sandwiches/burgers.
Beberapa teman menyarankan agar kami tidak pulang kemalaman, karena jalanan yg tidak ada lampunya dan petunjuk yg terbatas. Bahkan ada beberapa bagian jalan yg masih dalam perbaikan. Jadi kami putuskan untuk cabut dari Sealine jam 3 sore.
Dalam perjalanan pulang, kami pun masih bisa mampir ke Warung Surabaya yg ada di Wakra. Posisinya sangat mudah, yaitu dalam perjalanan dari Messaieed pulang ke Doha tinggal cari Wakra Petrol Station. Setelah itu lihat aja di sebelah kanan akan ada satu ruko dengan tulisan "Warung Surabaya" di pojokan. Rata2 teman2 bilang bahwa dari sisi rasa, restoran ini one of the best in Qatar (walaupun ibunya anak2 bilang makanannya terlalu manis). Harganya pun sangat reasonable. Memang kita harus menunggu cukup lama sampai makanannya dihidangkan, karena makanannya diramu dan dimasak dari bahan2 mentah, jadi benar2 fresh.
Setelah beberapa bulan tinggal di Doha akhirnya saya punya favorit restaurant yang saya recommend untuk dikunjungi,selain restaurant2 Indonesia tentunya:
1. Best Fish Restaurant, letaknya di sebelah Royal Plaza Al Sadd...tersedia menu Nasi Hamour, Nasi Udang, dll....nasinya itu nasi khas Arab yang ada sedikit bihun...
2. Al Enabi Restaurant..., letaknya sejajar Petrol Station AL Wabb/dekat dengan Al Sadd Sport stadium satu jalan dengan Careffour tetapi di sekitar daerah Al Sadd..tersedia ayam bakar, Bukhari dan makanan khas Turkey lainnya..
3. Golden Gate Restaurant di Wakrah....tersedia Chinese dan Indian Food..harganya murah tapi rasanya mantap...letaknya tuh sejajar sama jalan Stadion Wakrah
4. Far East Restaurant, ada di jalan dalam Al Sadd sejajar dengan Family Food Center Al Sadd
,makanannya Chinese dan Thai...tapi harganya ehem lumayan mahal
sementara itu dulu lah...nanti saya laporkan lagi setelah wisata2 kuliner berikutnya....semoga bermanfaat
Bagaimana suasana lebaran di Qatar? Kesan pertama adalah sepi. Jalanan sepi, jauh lebih sepi dari biasanya. Enak juga sih bisa melenggang menyusuri jalanan Doha dengan nyaman.
Selain itu undangan makan banyak banget. Sampai2 hampir ada yg tabrakan jadwal. Pagi di rumah si A, Siang di rumah si B sore di rumah si C. Begitu terus sampai beberapa hari pertama.
Alhamdulillah bisa sekalian silaturrahmi dengan teman2 dan kenalan dengan beberapa teman baru. Makanannya pun enak2 :P Makanan khas Indonesia
Tadi sore malah bisa makan sate padang di Al-Bidda Park sambil menikmati Pantai Corniche yang Indah. Anak2 pun bisa berlari2 di taman. Cuaca juga cukup mendukung, tidak terlalu panas lagi dan humidity tidak terlalu tinggi.
Cuma semakin malam taman ini semakin ramai pengunjung. Sudah kaya' pasar malam. Kami pun pulang dengan perut kenyang .....
Aku cukup beruntung mendapatkan apartemen di tengah kota yang fully furnished. Fully furnished maksudnya adalah bahwa furnitur di apartemen itu sudah lengkap dan siap untuk huni. Aku tidak perlu membeli apa2 untuk dapat tinggal di sana. Termasuk juga alat masak, dimana aku harus pasrah menggunakan kompor gas yg sudah disediakan. Walaupun sebenarnya sebagian besar rekan2 yg tinggal di Qatar menggunakan kompor listrik, sangat jarang yg menggunakan kompor gas.
Penggunaan gas untuk memasak pun juga sangat irit. Kalau di Indonesia aku bisa menghabiskan 2 tangki per bulan. Di Qatar aku baru menghabiskan tangki pertamaku setelah lebih dari dua bulan tinggal di apartemen tersebut. Apakah kualitas gasnya berbeda? aku nggak tahu juga.
Yang jelas headache datang ketika gas habis. Ketika aku tanya pengurus apartemenku, dia bilang bahwa akan ada truk yg lewat apartemen sekitar jam 9 pagi. Kita tinggal menunggu saja di depan rumah dan membeli dari truk tersebut. Tapi kenyataannya, besok paginya aku juga tidak menemukan truk yg dimaksud.
Akhirnya aku minta salah satu tukang di apartemen untuk menemaniku membeli gas di tempat yg dia tahu. Menurutnya, gas tidak dijual secara bebas di semua toko/warung. Hanya toko2 tertentu yg menyediakan gas. Berangkatlah aku menuju toko yg dimaksud. Aku harus pergi menuju patung pedang yg berada di sekitar terminal bus. Dari situ aku harus mengambil jalan terus ke arah jalan Ras Abu Aboud, tetapi di bundaran pertama aku diminta belok ke kanan trus belokan pertama ke kiri. Tokonya ada di sekitar situ. Tokonya sebenarnya toko kecil biasa. Untuk parkir pun aku nggak bisa. Jadi aku berhenti di tengah jalan dengan cueknya. Untung jalanan di situ tidak terlalu ramai. Dengan membayar 15QR aku bisa pulang dengan membawa satu tangki gas dengan menukarkan dengan tangki yg lama.
Dilihat dari sisi harga, gas di sini sangat murah. Bayangkan, dengan 15QR kita bisa masak selama 2 bulan. Cuma yg jadi masalah adalah bagaimana mendapatkan gas ini dengan mudah. Ada saran?
Weekend kemarin aku main ke city center Doha untuk beli bahan makanan di Carrefour sekalian berbuka di sana. Waktu cari parkir, lumayan mudah. Jarang2 parkir di City center bisa milih tempat semaunya., Aku langsung pikir City Center pasti sepi nih. Jadi bisa nyaman berbuka (Iftar) di sana.
Lokasi food center yg ada di lantai paling atas, cukup memperlambat gerak. Karena sebagian besar orang mengarah ke sana. Memang waktunya sudah mepet ke waktu maghrib. Begitu sampai di foodcourt, aku belum lihat begitu banyak orang, sehingga untuk mempercepat waktu, aku bagi tugas dengan istriku. Aku yg beli makanan anak2 (maklum, anak2 sukanya beli junkfood). Sedangkan istriku membeli makanan buat kami berdua. Aku lihat dia menuju salah satu toko makanan Asia.
Sayangnya, aku harus antri yg cukup lama di counter. Malahan adzan maghrib sudah berkumandang, makanan pun belum aku dapatkan :(
Masalah utamanya adalah pada saat makanan selesai, aku baru sadar tidak ada tempat duuk yg tersisa. Jadilah aku bebuka dengan gaya standing party, sambil menunggu ada orang yg selesai makannya.
Tips: Kalo bisa jangan buka di City center. ribet. Kalopun terpaksa, cari kursi dulu, baru cari makanan.
BTW, ada info makanan baru nih dari temenku:Weekend g makan di Resto Chinese Food baru di City Center tempatnya di depan Apple Bees...tempatnya gede banget, enak n nga terlalu mahal... [Di Jamin Halal] :)
zhillan: 698USD itu setara dengan berapa QR Pak?
Syarif: 1 USD = 3.65 QR.
maleek: Tepatnya yg makanan india 7QR itu dimana ya?Saya soalnya muter2 gak ketemu.
Syarif: Masak, sih? Langgananku ada di dekat Philipine school Al Sadd
angling: Untuk hub kerja dg rekan2 sekantor bagaimana ya? Apakah qatarian itu ramah2 dan baik
Syarif: Cerita2 tentang orang lokal, bisa ditemui di-link ini.
zhillan: Berapa sih pak tiket 1x jalan ke doha?
Syarif: Zhillan, tiket sekali jalan dari jkt-doh sekitar 5jt rupiah.
Get a Cbox: Yusuf Qardhawi itu biasanya ceramah dimana ya? Atau ada komplek biasa dia sering sholat? mumpung sdg di qatar,sekalian memperdalam agama
Syarif: Beliau kalau jumatan di Masjid Umar Bin Khattab. Lokasinya kurang tahu. Masalahnya, khotbahnya dlm bhs arab
akhmadhs: Di Qatar apakah ada nasi yang 'pulen' seperti di Indo, soalnya kalau makan nasi mis. Briyani kan kurang 'sticky' tuch nasinya jadinya ngga nendang
Syarif: Mas Akhmad, biasanya saya beli nasi Thailand utk sehari2. Sama pulennya sama Rojolele
aliasing: Saya sedang membaca2 artikel anda yang perbandingan rates VOIP; menurut anda, VOIP mana yang mempunyai best quality?
Syarif: Saya bukan ahli di bidang voip. Cuma menurut saya sama aja. BTW, banyak voip yang diblok di sini. Jadi perlu hati2 juga mencoba2 layanan VOIP.
Harun: Saya mau tanya biaya pendidikan untuk sekolah dasar di sana berapa ya ? biaya pendaftaran, uang bayaran bulanan dsb. ? Tks
Syarif: Pak Harun, Biaya sekolah Bapak bisa lihat di menu useful link "Doha School List"
agung: Overtime rate dan kalkulasinya gimana pak
Syarif: Kl di kantor saya, hanya grade tertentu yg dapat overtime. Perhitungannya biasa, gaji kita per jam dikali jumah jam overtime.
angling: Kalo di qatar ada gak yah buat t4 hiburan buat anak2 muda yah t4 clubbing gitu pak heheh..
Syarif: Di sini ada juga t4 clubbing. Tapi di arab lbh enak ke Masjid
Kemarin adalah hari ulang tahun Danang yang ke-7. Sempat bingung juga gimana cara dapat kue ultahnya. Waktu ultah Daris juli yang lalu aku secara dadakan beli di Family Food. Lumayan buat senang2 aja. Memang rasanya kurang begitu oke. Jadi kuenya kurang dimakan anak2 :(
Kebetulan aku kenalan dengan Ibu Yusy, yang menurut beberapa teman masakannya oke. Setelah kontak2an, Bu Yusy setuju untuk membuatkan kue ultah. Sekalian aja aku pesan untuk kue2nya. Ternyata Bu Yusy melayani palugada (apa lu mau gua ada hehehe). Mulai dari kue tart, bolu, pempek, bakso, etc. Pokoke apa aja bisa dilayani oleh Bu Yusi.
Wah, ternyata rasanya pun oke banget. Benar2 rasa Indonesia. Dari sisi harga juga cukup reasonable. Eh, kemarin waktu nganter kuenya juga ditawari tempe tahu... wah, lumayan nih. Nggak perlu keluar buat nyari tempe tahu.
Kalau minat, masuk aja ke webpagenya Bu Yusy, tinggalin pesan di sana mesti langsung di kontak.
Bu Yusy: ada komisi nggak nih? Kan sudah dipromosiin hehehe Just Kidding.
Jangan tanya dimana bisa mendapatkan makanan India. Karena di sini, hampir setiap sudut kota pasti selalu ada makanan India. Banyak sekali restaurant yang berupa warung kecil di pinggir jalan yang menjual makanan India. Aku dan keluarga juga cukup suka dengan makanan ini, karena ada beberapa masakan kari yg rasanya hampir menyerupai rendang atau masakan lain dari Indonesia. Lauknya beragam, mulai dari ikan, ayam ataupun sapi. Tentu saja semuanya di-kari :)
Selain itu mereka juga menyediakan nasi putih maupun nasi briyani sebagai makanan utama. Kalau anak2ku malah lebih suka dengan roti Poratta. Poratta adalah roti tipis yang berbentuk satu lingkaran, mirip pizza tanpa toppingnya.
Sebagai pendamping, selalu juga disediakan acar atau lalap. Isi lalapnya biasanya wortel, bawang merah yg gede, dan timun yang semuanya diiris kecil2. Kadang2 juga ditambahkan sayur2an lain.
Dari sisi harga pun makanan ini cukup murah. Hanya dengan 7QR per orang aku jamin perut bakalan kenyang luar biasa. Masalahnya memang porsi yg disediakan memang dua kali lipat yg biasa aku makan. Kadang2 aku cuma pesan 1 porsi untuk berdua sama istri.
Nah, bicara tentang kurma, aku beberapa waktu yang lalu dibawakan oleh seorang teman kurma yg masih segar yang dia ambil dari rumah temannya lagi di Wakra. Wakra adalah satu kota kecil dipinggir Doha, jaraknya sekitar 15-20 km dari Doha.
Di sepanjang jalan di Qatar, terutama di luar kota, kita akan dengan mudah menemukan banyak pohon2 kurma. Tentu saja beserta buahnya. Buahnya (katanya) boleh saja diambil secara bebas untuk keperluan pribadi dan tidak boleh diambil pakai alat, cukup pakai tangan.
Berbeda dengan buah kurma yg sering dilihat di Indonesia yang umumnya sudah dikeringkan, aku bisa mencicipi kurma yang masih segar. Tidak hanya itu, kurma yg masih mangkel pun aku bisa cicipi. Ternyata buah kurma yg masih setengah matang sangat lezat. Mungkin karena dagingnya yg masih cukup keras, kalau kita makan... kres..... mirip makan buah apel. Rasanya pun tidak terlalu manis seperti kurma matang. mmm nyam nyam...
Restoran ini sudah sering aku dengar, yang katanya masakannya enak. Cuma berhubung lokasinya cukup jauh dan nyempil, aku baru sempat ke sana semalam.
Aku dapat jalur yg mudah dari seorang teman. Kalau kita nyusuri corniche ke arah Ras Abu Aboud, nanti akan ketemu roundabout yang di atasnya ada jalan layang. Dari situ ambil lurus saja. Jangan ambil jalan ke kiri, yang mengarah ke Ras Abu Aboud/Mariott Hotel.
Dari situ, langsung mepet ke kanan, sampaii ketemu gang kanan pertama di dekat masjid pinggir jalan. Setelah belok kanan, lurus saja terus sampai kurang lebih 500 meter, maka akan kelihatan tulisan besar dengan latar belakang merah "Central Restaurant"
Aku kemarin datang jam 19 lewat dikit. Jadi tempat itu masih sepi. Begitu waktu sudah mendekati jam 20, tempat itu mulai ramai pengunjung yg memang sebagian besar orang Indonesia.
Di sana tersedia nasi dan lauk pauknya. Ada juga beberapa makanan lain yg bisa dipesan, seperti bakso, sate, nasi goreng dll. Rasanya termasuk enak dan benar2 full rasa Indonesia. Mungkin bumbunya pun di-Impor. Walaupun harganya sedikit lebih mahal, tetapi cukup reasonable. Aku makan+minum sekeluarga 4 orang totalnya 54QR.
Sabtu pagi aku janjian dg teman2 untuk makan bakso bareng. Padahal belum tahu tempatnya hehe. Aku cuma tahu ancar2 lokasinya aja. Setelah melalui Lulu Hyper aku ambil jalan di samping kirinya kalau kita dari jalan raya menghadap Lulu Hyper. Setelah muter2 nggak etemu, aku coba telpon teman yg sudah ke sana bbrp kali. Menurut dia, dari jalan sampingnya Lulu Hyper, ada gang kecil tinggal masuk aja dan di flat pintu kedua sebelah kanan. Di depannya ada tulisan "NO PARKING" yang cukup besar. Sayangnya memang flat yg diceritakan itu tidak ada tanda2nya sama sekali. Aku nekat aja masuk ke pintu kedua (tengah). Aroma bakso tercium, tetapi pas aku coba naik ke atas lewat tangga kiri, aku hanya menemukan pintu tertutup. Aku lalu mencoba masuk kedua pintu flat lainnya di sebelah kiri dan kanannya, sama sekali tidak ada aroma bakso.
Akhirnya aku nekat coba naik lagi ke atas dari pintu yg tengah, tetapi sekarang lewat tangga kanan. Alhamdulillah, ketemu pintu yg terbuka dengan aroma bakso yg enak. Akhirnya aku ajak teman2 untuk masuk dan menikmati bakso di sana.Di sana tidak hanya tersedia Bakso, tetapi juga nasi kuning, lupis, kroket, dan bbrp makanan kecil lainnya.
Bentuknya sangat sederhana, hanya flat biasa yang di ruang tengahnya yang kebetulan lumayan besar, dipasang meja makan. Untungnya aku datang agak pagi, sekitar jam 9. Semakin siang tempat ini semakin ramai pengunjung. Sebagai patokan, nomor flat Bu Tami adalah no.8. Di depannya ada tulisan tangan 80/1. Kurang tahu maksudnya apa.
BTW, ternyata yg jual orang sunda, bukan orang Wonogiri seperti ceritaku di posting sebelumnya. Anyway, yg penting baksonya enak :P
Mungkin yang menjadi agak masalah adalah parkir. Kalau mau parkir, bisa di Lulu Hyper dengan resiko harus jalan agak jauh. Kalau mau parkir di dekat situ, ada gang setelah flat keetiga yg bisa dimanfaatkan untuk parkir. Atau dibelakangnya flat tersebut ada bbrp posisi untuk parkir. Karena parkiran di depan flat hanya boleh ditempati oleh pemilik flat.
Makanan Thailand mempunyai rasa yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Salah satu tempat makanan Thailand yang lumayan enak adalah di daerah Al Sadd. Lokasinya di belakang Toys 'R Us. Kalau dari Hamad Hospital nyusuri Ring Road C ke arah Ramada, nanti di sebelah kiri ada gedung Toys R Us yang cukup besar dan menyolok. Pas di depan Toys R Us itu ada lampu merah, trus aja dan ambil jalur lambat. Nanti kalau sudah ketemu Hardees (Restoran fasfood), belok ke kanan. Tidak jauh dari situ di sebelah kiri ada tulisan Thai Massage. Nah, di dalam situlah tempat makannya.
Makanannya cukup variatif, terutama tom yam dan beberapa makanan khas Thailand lainnya. Rasanya pun cukup enak.Harganya terbilang lumayan terjangkau, malah bisa dibilang cukup murah.
Ada tempat makan yang terbuka lengkap dengan tanaman2nya untuk yg suka udara bebas. Dan ada juga yang tertutup dan ber-AC, terutama untuk musim panas ini cukup nyaman untuk makan sekeluarga di sini.
Memang lebih enak ke sini kalau malam hari. Walaupun bila kita datang pas weekend tempat ini cukup penuh dan tidak mudah menemukan tempat duduk.
